Oleh: Yayuk Dian Mandasari, S.Pd.,M. Pd Kepala SMP Negeri 1 Jabon
SETAJAMPENA.com, Sidoarjo. Menguatkan Budaya Sekolah Aman merupakan Komitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berpihak pada peserta didik terus ditunjukkan oleh para kepala sekolah dan guru di Kabupaten Sidoarjo.
Salah satunya melalui keikutsertaan dalam Workshop Training of Facilitators (ToF) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) Jenjang SMP yang diselenggarakan pada 23–25 Juli 2026 di Hotel Santika Pandegiling Surabaya.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo dengan Program INOVASI untuk memperkuat budaya sekolah yang positif di jenjang SMP.
SMP Negeri 1 Jabon turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan Yayuk Dian Mandasari, S.Pd., M.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Jabon, bersama Dwi Puspitasari, S.Pd., Gr. sebagai guru pendamping. Selain SMP Negeri 1 Jabon, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari SMP Negeri 4 Sidoarjo, SMP Negeri 3 Krian, SMP Wahid Hasyim 8 Waru, serta unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo.
Pelatihan ini bertujuan membentuk fasilitator yang mampu mengembangkan budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung kesejahteraan seluruh warga sekolah. Selama pelatihan, peserta memperoleh penguatan mengenai strategi membangun lingkungan belajar yang menghargai keberagaman, memperkuat karakter positif, meningkatkan kolaborasi antarwarga sekolah, serta menciptakan iklim belajar yang kondusif bagi perkembangan peserta didik.
Kepala SMP Negeri 1 Jabon, Yayuk Dian Mandasari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti pelatihan ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya budaya sekolah sebagai fondasi keberhasilan pembelajaran. Menurutnya, sekolah yang aman dan nyaman tidak hanya ditunjukkan melalui sarana fisik, tetapi juga melalui hubungan yang harmonis, komunikasi yang positif, serta kepedulian seluruh warga sekolah terhadap kebutuhan setiap peserta didik.
“Melalui pelatihan ini kami semakin memahami bahwa budaya sekolah yang positif harus dibangun secara bersama-sama. Setiap peserta didik berhak memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, menghargai keberagaman, dan mendorong mereka berkembang secara optimal,” ungkapnya.
Sepulang dari pelatihan, SMP Negeri 1 Jabon berkomitmen mengimplementasikan berbagai praktik baik yang diperoleh, di antaranya memperkuat budaya saling menghormati, meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam membangun iklim sekolah yang positif, serta mengembangkan berbagai program yang mendukung pembelajaran inklusif dan kesejahteraan warga sekolah.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan di satuan pendidikan masing-masing. Kolaborasi antara kepala sekolah, guru, dan seluruh warga sekolah menjadi kunci dalam mewujudkan sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, ramah, dan membahagiakan bagi setiap peserta didik.
“Bersama Membangun Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Mewujudkan Pendidikan Berkualitas untuk Semua.”
Redaktur : Audi
