Foto : Pembangunan Tembok Penahan Tanah. SP/GAJAH
SETAJAMPENA.Com, Sidoarjo. Pemerintah Desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, secara resmi memulai proyek infrastruktur penting berupa pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di wilayahnya. Pembangunan ini direalisasikan guna memperkuat struktur tanah serta menunjang kelancaran mobilitas dan keselamatan aktivitas warga setempat.
Pembangunan infrastruktur fisik ini difokuskan pada kawasan Jalan Jati, tepatnya di wilayah RT 07 RW 04 Desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan mendesak masyarakat terkait ketahanan akses jalan dari potensi erosi maupun pergeseran tanah.
Kepala Desa Tambakrejo, H. Sutrisno, menyampaikan bahwa proyek pembangunan TPT ini merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana umum bagi seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran TPT Jalan Jati diharapkan dapat memperpanjang usia pakai akses jalan utama desa.
Proyek ini terwujud berkat alokasi dana Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026. Dukungan dana tersebut diprakarsai serta dikawal oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Hari Yulianto
Sesuai dengan informasi yang tertera pada papan transparansi kegiatan di lokasi, besaran dana yang dikucurkan untuk pembangunan TPT ini mencapai Rp 270.448.000,-. Penggunaan dana bantuan keuangan tersebut difokuskan secara penuh pada pengerjaan fisik penahan tanah.
Adapun spesifikasi teknis pengerjaan Tembok Penahan Tanah di Jalan Jati ini dirancang memiliki volume sepanjang 258 meter. Volume tersebut direncanakan untuk melindungi titik-titik rawan di sepanjang area jalan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, proyek pembangunan infrastruktur ini diserahkan sepenuhnya kepada Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Tambakrejo. Pihak desa memastikan pengerjaan dilakukan sesuai dengan standar teknis dan regulasi yang berlaku.
Metode yang diterapkan dalam proyek ini adalah pengerjaan secara swakelola. Pendekatan swakelola dipilih agar dapat mengoptimalkan keterlibatan serta partisipasi aktif warga lokal, sehingga juga memberikan dampak ekonomi positif bagi pekerja di sekitar desa.
Transparansi anggaran ditunjukkan dengan dipasangnya papan nama kegiatan di area proyek. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat memantau secara langsung proses, besaran dana, hingga target pelaksanaan proyek TPT tersebut.
Warga RT 07 RW 04 Desa Tambakrejo menyambut baik dan mengapresiasi terealisasinya pengerjaan Tembok Penahan Tanah ini. Dengan adanya sarana pendukung yang kokoh, aksesibilitas warga di Jalan Jati diharapkan menjadi lebih aman, lancar, dan berdaya guna dalam jangka panjang. (yat/gjh)
Editor : Hikmah/red
