Foto : Pintu Gerbang Keluar Masuk Rumah Istana ASI Mbojo.SP/HIKMAH
SETAJAMPENA.com, Bima.
Sejarah Bima Dana Mbojo berakar dari pembentukan awal Kerajaan Bima, pengaruh kuat kebudayaan lokal Dou Mbojo, serta transformasi wilayah tersebut menjadi pusat Kesultanan Bima.
Istilah Dana Mbojo sendiri merujuk pada tanah atau negeri orang Bima. Masa Kerajaan dan Asal-Usul Nama Sang Bima: Berdasarkan legenda, tradisi lisan, dan catatan Sejarah Kerajaan Bima, wilayah ini mulanya terbentuk melalui tokoh musafir bernama Sang Bima yang menikahi Putri Tasi Sari Naga. Nama Mbojo konon berasal dari panggilan Sang Bima kepada sang istri (bojo).
Sistem Pemerintahan Awal:
Sebelum masuknya pengaruh luar, masyarakat dipimpin oleh para kepala suku atau Nggusu Waru (delapan sudut/wilayah) sebelum akhirnya disatukan dalam sistem pemerintahan raja di bawah putra Sang Bima, Indra Zamrud.Era Kesultanan dan Islamisasi Masuknya Islam: Pada abad ke-17, pengaruh Islam masuk secara masif melalui hubungan dengan Kesultanan Gowa-Tallo di Sulawesi Selatan.
Berdirinya Kesultanan:
Pada tanggal 5 Juli 1640 M (atau 1621 M dalam versi catatan tertentu), Raja ke-37 La Ka’i resmi memeluk Islam dan dinobatkan sebagai sultan pertama dengan gelar Sultan Abdul Kahir I. Peristiwa ini menjadi tonggak Hari Jadi Bima.
Sementara Kesultanan Bima didirikan pada abad 17, tanggal 7 Februari 1621 Masehi berdasarkan tanggal masuk Islamnya raja terakhir Bima atau sultan pertama Bima. Mandala Dana Mbojo (kosmik-kultural Tanah Bima). Dalam perjalanan sejarahnya, Kesultanan Bima dipimpin oleh 14 orang sultan dan memainkan peran penting dalam kehidupan politik, sosial, Kesultanan Bima berdiri pada tanggal 5 Juli 1640 M, ketika Sultan Abdul Kahir dinobatkan sebagai Sultan Bima I yang menjalankan Pemerintahan berdasarkan Syariat Islam.
Pusat Perdagangan:
Bima berkembang pesat menjadi salah satu bandar niaga paling strategis dan berpengaruh di kawasan Nusa Tenggara. Masa Kejayaan hingga Modern Sultan Muhammad Salahuddin: Merupakan sultan terakhir yang membawa masa kejayaan besar dalam bidang pendidikan Islam, pembangunan masjid, dan penataan hukum adat bersendikan syariat.
Peninggalan Sejarah:
Bukti kejayaan arsitektur masa lalu dapat dilihat pada Museum Asi Mbojo (bekas istana sultan yang dibangun tahun 1927–1930), yang kini menyimpan berbagai warisan budaya Dou Mbojo.
Kerajaan Bima adalah kerajaan yang pernah mengalami masa Hindu dan akhirnya berubah menjadi bercorak Islam. Wilayah Bima terletak di Bima, Nusa Tenggara Barat. Asi Mbojo adalah istana megah Kesultanan Bima. Sekarang, jadi Kabupaten Bima.Sejarah Kota Bima, Sudah 13 tahun ini Kota Bima dipimpin oleh seorang Wali kota dengan peradaban Budaya Dou Mbojo yang sudah mengakar sejak jaman kerajaan hingga sekarang masih.
Sementara Kesultanan Bima didirikan pada abad 17, tanggal 7 Februari 1621 Masehi berdasarkan tanggal masuk Islamnya raja terakhir Bima atau sultan pertama Bima. Mandala Dana Mbojo (kosmik-kultural Tanah Bima). Dalam perjalanan sejarahnya, Kesultanan Bima dipimpin oleh 14 orang sultan dan memainkan peran penting dalam kehidupan politik, sosial, Kesultanan Bima berdiri pada tanggal 5 Juli 1640 M, ketika Sultan Abdul Kahir dinobatkan sebagai Sultan Bima I yang menjalankan Pemerintahan berdasarkan Syariat Islam.
TOKOH yang memegang peran utama dalam Perkembangan sejarah Bima pada awal abad XX adalah salah seorang putra sultan Ibrahim (Sultan XIII) dengan permaisurinya Siti Fatimah Binti Lalu Yusuf Ruma Sakuru yaitu Sultan Muhammad Salahuddin. Lahir di Bima pada tanggal 15 Zulhijah 1306 H (14 juli 1889), memiliki 11 orang saudara.
Tiga saudara seayah seibu masing-masing bernama Abdullah (Ruma Haji), Abdul Qadim (Ruma Siso), dan Nazaruddin (Ruma Uwi). Saudara seayah terdiri dari Siti Hafsah, Abdul Azis, Sirajuddin (Ruma Lo), ibunda ketiganya bernama, Siti Aminah, kemudian Siti Aminah (Ruma Gowa) ibundanya karaeng Bonto Ramba Putri, Karaeng Mandale, Siti Aisyah (Ibundanya bernama Baena), Lala Ncandi (Ibunya bernama Aisyah), Ahmad (Ibunya bernama Sakinah) dan La Muhammad (Ibunya bernama (Hamidah).
Sultan Muhammad Salahuddin menikah dengan Siti Maryam Binti Muhammad Qurais, kemudian menikah lagi dengan Siti Aisyah, putri Sultan Muhammad Sirajuddin (Sultan Dompu) dengan permaisurinya Siti Maryam Binti Muhammad Qurays.(Wiki.P). Bersambung….
Redaktur :Audi
