Foto : Jenazah Almarhum A.Wahab Ibrahim setelah di sholatkan. SP/Direktur Setajampena. Com. Hikmahjaya M.A yang berduka cita.
SETAJAMPENA.Com, Sidoarjo.
Sosok Almarhum A. Wahab Ibrahim dimata keluarga, adalah sosok pengayom, penyabar dan tidak pernah menyakiti siapapun. Berpenampilan sederhana serta selalu menyapa pada siapapun baik yang dikenalnya, maupun yang tidak dikenalnya walau dengan senyuman khasnya.
Rasa Kehilangan orang tua adalah salah satu titik terberat dalam hidup, namun warisan terbaik yang ditinggalkan adalah petuah, nilai hidup, dan cinta yang abadi. Petuah dari almarhum orang tua yang penuh dengan ketulusan, harapan agar anaknya kuat, serta panduan untuk mengarungi kehidupan.
Almarhum A. Wahab Ibrahim adalah sosok yang tangguh dalam ber Karakter Hidup. Petuah yang ditinggalkan pada anaknya adalah Jadilah pribadi yang jujur, Harta bisa habis, pangkat bisa hilang, tetapi nama baik dan integritas yang dibangun dari kejujuran akan melekat seumur hidup. Sehebat apa pun kamu kelak, jangan pernah sombong. Ingatlah dari mana kamu berasal dan selalu hargai orang lain tanpa memandang statusnya.
Terakhir Hadapi badai dengan sabar, Hidup tidak selalu mudah, Saat jatuh, jangan menyerah. Kekuatan sejati bukan karena tidak pernah gagal, tapi karena selalu bangkit setiap kali terjatuh.
Tentang Hubungan Persaudaraan & Keluarga
Jaga kerukunan dengan saudaramu: Orang tua tidak bisa selamanya mendampingi kalian. Setelah ayah/ibu tiada, kalian adalah kekuatan satu sama lain. Jangan biarkan harta atau ego merusak ikatan darah.
Saling menjaga, bukan saling menjatuhkan: Yang besar mengayomi yang kecil, yang kecil menghormati yang besar. Berbagilah dalam kekurangan dan saling mendukung dalam kelebihan.
Almarhum A. Wahab Ibrahim yang lahir di Kelurahan Penaraga Raba-Bima (NTB) pada tanggal 17 Agustus 1945 (81 th), meninggalkan kota Bima sejak tahun 1978 menuju kota Pahlawan Surabaya, sempat berkuliah di ITS Surabaya namun tidak diteruskan karena mencoba ikut tes pegawai negeri sipil (PNS) di kota, Surabaya dan diterima serts ditempatkan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, kemudian pindah di Kecamatan Porong Sidoarjo sampai pensiun.
Foto : Cucu Alm. Rio dan Anak Almarhum A. Wahab Ibrahim Heru Prasetio dan Aris Setiawan
Almarhum A. Wahab Ibrahim bekerja sambil kuliah di salah satu Universitas Swasta di Probolonggo sampai diwisuda dengan titel S. Pd. Kemudian ijazah S1 disesuaikan dengan profesi sebagai ASN untuk penyesuaian Golongannya. Almarhum A. Wahab Ibrahim meninggalkan empat orang anak dari istri Almarhumah Sulami yang sudah lama mendahuluinya.
Foto : Alm. Ayah A. Wahab Ibrahim S.Pd dan Almarhumah Ibu Sulami
Selama pensiun A. Wahab Ibrahim tinggal bersama putri keduanya Sri Wahyuningsih yang sudah ditinggal suaminya. Selama menikmati masa pensiun A. Wahab Ibrahim selalu hidup dengan enjoy dengan uang pensiunnya. Namun akhir akhir ini kesehatannya mengalami drop yang cukup dramatis karena penyakit Diabetes dengan gula yang cukup tinggi, sehingga sejak sabtu 17 Oktober 2026 hanya bisa tidur dan tidak bisa duduk apalagi berjalan, akhirnya dengan kesepakatan dari ke empat anaknya, maka dibawa ke rumah sakit Brimob Porong dan masuk ruang ICU selama tiga hari.
Pada Senin 19 Oktober 2026 pukul 19.00 sehabis Isyak, Almarhum A. Wahab Ibrahim menghembuskan napas yang terakhir dan menurut Dokter dinyatakan telah meninggal dunia. Innalillahi Wa inna Ilaihi Rojiun Selamat Jalan Ayah kami tercinta, Kakek kami serta Buyut kami tercinta, prosesi pemakaman langsung pada senin malam berakhir pada pukul 23.00 WIB. Selanjutkan kami pihak keluarga akan melaksanakan Tahlil selama 7 hari dikediaman Sri Wahyuningsih Wahab. Mohon maaf bila ada kata kata atau kesalahan dari ayah kami Almarhum A. Wahab Ibrahim, Selamat Jalan semoga amal dan ibadahmu diterima di sidi Allah SWT Aamiin YRA. (Hik)
Penulis/Editor : Hikmah/red
