Saat petugas melakukan olab TKP. (Foto: DNI/SP)
SETAJAMPENA.com, Blitar – Usai salat subuh, warga masyarakat sekitar Jalan Raya Nglegok, Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, dikejutkan suara benturan keras serta suara deru mesin motor. Setelah masyarakat mendatangi TKP, terlihat dua orang tergeletak. Peristiwa yang terjadi pada Rabu pagi (26/8/2026) sekitar pukul 05.00 itu, segera ditolong oleh warga yang kala itu belum diketahui identitasnya, dan dilaporkan ke Polsek Nglegok.
Peristiwa yang diduga kecelakaan tunggal itu mengakibatkan dua korban meninggal dunia di TKP. Hal ini dibenarkan oleh Kasat Lantas Polres Blitar Kota, AKP Riena Kusmariandi Putri, S.I.K., kepada wartawan. Menurut perwira polwan dengan balok kuning tiga di pundaknya itu, setelah dilakukan olah TKP, semula sepeda motor Honda Beat AG 2064 KDJ yang dikendarai Sdr. MK dengan penumpang Sdr. SYP melaju dari arah selatan menuju arah utara. Saat melintas di Jalan Raya Nglegok, Kelurahan Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, diduga kendaraan yang dikemudikan oleh MK mengalami selip, oleng, hilang kendali, mengarah ke kiri, dan selanjutnya menabrak pohon yang berada di bahu jalan sebelah barat.

“Sementara pengendara motor alami selip dan motor oleng lalu menabrak pohon yang berada di barat jalan. Sesuai olah TKP kecelakaan tunggal termasuk saksi-saksi, bahwa motor Honda Beat oleng dan menabrak pohon. Untuk waktu sekitar pukul 05.00 saat warga sepulang dari salat subuh di masjid, dan benar dua korban MD (meninggal dunia),” terang AKP Riena.
Korban pagi itu langsung dilarikan ke RSUD Mardi Waluyo dan memberitahu pihak keluarganya. Korban MK, 36, merupakan warga Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar; sedangkan yang dibonceng, SYP, 40, merupakan warga Dusun Gambaranyar, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Sementara itu, barang bukti motor Honda Beat untuk sementara dititipkan ke Polsek Nglegok.


Kasat Lantas yang hobi bulu tangkis ini menyampaikan, kecelakaan tunggal tersebut diduga karena pengendara motor kurang konsentrasi atau faktor lain (ngantuk). Untuk itu, AKP Riena Kusmariandi menyampaikan pesan kepada semua pengendara motor maupun mobil untuk berhati-hati, konsentrasi terhadap situasi jalan, dan yang lebih penting jangan gunakan ponsel (HP) saat berkendara. Itu semua demi keselamatan bersama, baik pengendara maupun pengguna jalan lainnya. Dni
Editor: Audi/Red
