Berita Hukum & Kriminal

Istri Sah Dwi Bagus Baru Tahu Suaminya Sudah Nikah Siri selama Dua Tahun

Baru Terungkap pada 10 Oktober 2026 jelang Pembunuhan

SETAJAMPENA.Com, Madiun.
Martha Amalia Iflahah, istri sah Dwi Bagus Martono, mengaku baru mengetahui suaminya memiliki istri siri yang telah dinikahi selama dua tahun. Fakta tersebut baru disampaikan Bagus ke padanya pada 10 Oktober 2026, atau sebelum kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), terungkap.

Pengakuan itu disampaikan M. saat menggelar konferensi pers di hadapan awak media, Senin (2/11/2026). Dia membantah telah mengetahui hubungan suaminya dengan korban sebelum Bagus akhirnya mengungkapkannya secara langsung.

Menurut Martha, pengakuan tersebut disampaikan Bagus pada Sabtu malam, sekitar waktu setelah Magrib. Saat itu, suaminya meminta maaf sambil bersujud dan menangis karena telah menjalin hubungan dengan perempuan lain hingga menikah siri selama dua tahun.

“Dia menyampaikan bahwasanya dia minta maaf sambil bersujud-sujud dan menangis kepada saya karena dia punya perempuan lain dan sudah dua tahun nikah siri,” ungkap Martha.

Menurutnya, saat pertama kali mendengar pengakuan tersebut, dirinya masih berusaha mencerna kenyataan bahwa selama ini suaminya memiliki hubungan dengan perempuan lain tanpa sepengetahuannya.

Namun, pengakuan Bagus tidak berhenti sampai di situ. Martha menyebut suaminya kemudian bercerita bahwa istri siri beserta anaknya telah hilang.

“Setelah itu dia menceritakan bahwasanya istri siri dan anaknya itu hilang. Jadi, awal informasi yang dia sampaikan adalah kalau istrinya dan anaknya hilang,” jelasnya.

Martha juga membantah anggapan bahwa dirinya telah mengetahui hubungan tersebut sejak lama hingga memiliki motif sakit hati dan bekerja sama dengan suaminya dalam kasus
yang terjadi.

Dia mengaku, selama ini kehidupan rumah tangganya berjalan seperti biasa. Bahkan, tidak ada perubahan perilaku Bagus yang membuatnya menaruh kecurigaan.

“Kami berinteraksi secara normal selayaknya suami istri. Tidak ada yang berubah dari gerak-gerik dan juga perilaku suami saya. Saya pun tidak merasa ada kecurigaan sama sekali atas hal ini,” katanya.

Martha menjelaskan, dirinya bekerja sebagai guru dengan jam kerja mulai pukul 07.00 hingga 15.30 WIB. Selain itu, rumahnya juga digunakan sebagai tempat usaha bimbingan belajar yang beroperasi mulai pukul 15.00 hingga 20.00 WIB.

Dia mengaku baru mengetahui secara jelas tindak kejahatan yang dilakukan suaminya setelah Bagus tertangkap dan dirinya memperoleh informasi di Polda Jatim.

“Saya baru mengetahui tindak kejahatan yang dilakukan suami saya saat ada di Polda dan setelah beliau tertangkap,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Martha menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Dia berharap keluarga Dini dan AGF mendapatkan kekuatan serta keadilan atas peristiwa yang terjadi.

Sementara kepada suaminya, Martha meminta agar Bagus berani mempertanggungjawabkan perbuatannya dan mengikuti seluruh proses hukum yang sedang berjalan.

“Saya pengin suami saya itu berani bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan,” pungkasnya. Net.

Editor : Hikmah/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *