Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan mengapresiasi Konvoi Merah Putih dan Launching Batik Anak TK yang digelar IGTKI-PGRI Kecamatan Gempol sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter, nasionalisme, dan pelestarian budaya lokal.
PASURUAN, SETAJAMPENA.COM
Ketua DPRD Apresiasi pelaksanaan Konvoi Merah Putih dan Launching Batik Anak TK Kabupaten Pasuruan yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI)-PGRI Kecamatan Gempol dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (1/8/2026), menjadi momentum untuk menanamkan semangat nasionalisme sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada anak-anak sejak usia dini.
Kegiatan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” serta melibatkan guru taman kanak-kanak, peserta didik, dan orang tua. Selain menggelar konvoi dengan atribut Merah Putih, panitia juga meluncurkan Batik Anak TK Kabupaten Pasuruan sebagai simbol pelestarian budaya yang dikenalkan sejak pendidikan usia dini.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Samsul Hidayat, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif IGTKI Kecamatan Gempol yang menggabungkan nilai kebangsaan dengan pelestarian budaya melalui dunia pendidikan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pendidikan karakter yang mampu membangun kecintaan anak terhadap bangsa dan identitas budaya daerah.
“Saya mengapresiasi IGTKI Kecamatan Gempol yang telah menginisiasi Konvoi Merah Putih dan Launching Batik Anak TK Kabupaten Pasuruan sebagai wujud nyata pendidikan karakter yang mengajarkan anak-anak untuk mencintai bangsa,” ujar Samsul Hidayat.
Ia menegaskan bahwa batik bukan sekadar kain, melainkan identitas budaya yang mengandung nilai sejarah, kreativitas, dan kebanggaan bangsa. Oleh karena itu, pengenalan batik kepada anak-anak sejak jenjang taman kanak-kanak dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan budaya Indonesia.
Menurut Samsul, pembentukan karakter tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung dalam kegiatan yang melibatkan nilai kebangsaan, budaya, dan kebersamaan. Ia berharap kegiatan serupa terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kabupaten Pasuruan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa peluncuran seragam Batik Anak TK pada hari yang sama dilaksanakan secara serentak di empat kecamatan, yakni Wonorejo, Rembang, Beji, dan Gempol.
Menurutnya, peluncuran tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat identitas daerah melalui dunia pendidikan sekaligus membangun kebanggaan terhadap budaya lokal sejak usia dini. Program tersebut diharapkan menjadi media pembelajaran yang memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Pasuruan kepada generasi muda.
Acara di Kecamatan Gempol juga dihadiri Korwil Kecamatan Gempol Iba Fis Fatmawati, S.Pd., M.Pd., Ketua IGTKI Kecamatan Gempol Suparmi, S.Pd. AUD, Ketua PGRI Kecamatan Gempol Akhmad Roji, S.Pd., serta Penilik TK Kecamatan Gempol H. Partiyanto, S.Pd., M.Pd. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan bersama terhadap penguatan pendidikan karakter di lingkungan pendidikan anak usia dini.
Kegiatan Konvoi Merah Putih dan Launching Batik Anak TK memperlihatkan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi guru, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan karakter. Keterlibatan guru, orang tua, serta peserta didik mencerminkan semangat kolaborasi untuk menanamkan nilai nasionalisme dan kecintaan terhadap budaya secara berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Samsul Hidayat menegaskan komitmen DPRD Kabupaten Pasuruan untuk terus mendukung berbagai program pendidikan yang memperkuat karakter, nasionalisme, serta pelestarian budaya lokal.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita jadikan semangat kemerdekaan sebagai semangat untuk terus berkarya, bersatu, dan mengabdi bagi bangsa dan daerah,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, IGTKI-PGRI Kecamatan Gempol tidak hanya memeriahkan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, tetapi juga menghadirkan ruang pembelajaran yang menghubungkan nilai kebangsaan dengan budaya lokal. Upaya ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang dalam membentuk generasi yang mencintai Indonesia, menghargai warisan budaya, serta memiliki karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.
Editor Syafi’i/red.
