Berita Hukum & Kriminal

Faktor Ekonomi Jadi Motif Ibu Kandung dan Ayah Tiri Bunuh Balita di Kebayoran Lama

Ayah dan ibu pembunuh bayi dalam toilet umum di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (Dok. Istimewa)

 

SETAJAMPENA.com, Jakarta – Aparat Kepolisian membeberkan profil dari ayah tiri berinisial AR (22) serta ibu kandung berinisial JM (19) yang nekat menghabisi nyawa buah hati mereka yang berumur 20 bulan di sebuah fasilitas toilet umum kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Diketahui, sang ibu mencari nafkah sebagai pengamen jalanan, sedangkan suami sirinya tercatat tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Untuk pihak perempuan bekerja sebagai pengamen, sedangkan pihak laki-laki atau suaminya tidak memiliki pekerjaan,” ungkap Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Seala Syah Alam, ketika memberikan keterangan kepada awak media pada Senin (2/11/2026).

Sebelumnya, Seala juga menjelaskan latar belakang nekatnya pasutri tersebut menghabisi nyawa korban karena merasa kewalahan dalam mencukupi kebutuhan hidup. Pasangan ini sebenarnya memiliki dua orang anak, di mana korban merupakan anak bungsu mereka.

“Kasus pembunuhan anak ini dilakukan oleh kedua orang tuanya sendiri, yakni ibu kandung beserta ayah tirinya. Peristiwa tersebut dilatarbelakangi faktor ekonomi karena mereka merasa tidak sanggup secara finansial,” jelasnya.

Kini, AR dan JM telah resmi berstatus sebagai tersangka di hadapan hukum. Atas perbuatan keji tersebut, keduanya dijerat dengan Pasal 76 c Jo Pasal 80 ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 468 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023 dan/atau Pasal 458 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023.

Insiden tragis itu berlangsung pada hari Sabtu (31/10) bertempat di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Usai kejadian, jasad tak bernyawa bocah malang tersebut dibuang oleh pelaku pada area lahan kosong wilayah Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. net

 

Editor: Audi/red 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *