SETAJAMPENA.Com, Sidoarjo.
Para Santri Pondok Pesantren Maba’ul Hikam di Desa Putat Kecamatan Tanggulangin, mengalami muntah dan pusing diduga Keracunan setelah mengkonsumsi makanan bergizi gratis (MBG). Situasi Genting dan panik terlihat beberapa mobil kesehatan merapat ke Ponpes Maba’ul Hikam Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, ditempat tersebut sudah ada pengurus ponpes, tenaga Medis beserta jajaran APH yang tergabung diantaranya satpol PP, Kepolisian dan TNI turut membantu evakuasi yang diduga korban kracunan MBG.
Sebanyak 281 siswa dan santri Yayasan Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami keluhan kesehatan pada Selasa (1/9/2026).
Keluhan muncul beberapa jam setelah para siswa dan santri menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, hingga Selasa malam, belum ada kesimpulan mengenai penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut.
Di tengah kepanikan, solidaritas warga terlihat dalam proses penanganan. Tenaga medis, masyarakat, pengasuh pondok dan pihak terkait bergerak bersama untuk memastikan santri yang mengalami keluhan memperoleh pertolongan. Prioritas utama saat ini adalah keselamatan dan pemantauan kondisi seluruh santri.
Kejadian ini selanjutnya membutuhkan penelusuran menyeluruh untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri. Dugaan keterkaitan dengan konsumsi MBG belum dapat dinyatakan sebagai fakta sebelum terdapat hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.
Saat itu, sekitar 1.010 porsi makanan didistribusikan kepada siswa dan santri. Sekitar pukul 13.00 WIB, makanan mulai dikonsumsi.
Beberapa jam berselang, sekitar pukul 16.00 WIB, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuh mereka. Keluhan yang muncul antara lain pusing, mual, muntah, diare dan sesak napas.
Pengurus pondok Pesantren kemudian mengambil langkah cepat dengan membawa sejumlah santri ke bidan terdekat di Desa Putat untuk mendapatkan pertolongan awal.
Bupati Sidoarjo H. Subandi S.H,M.Kn ingin memastikan para santri yang mengalami keluhan mendapat pelayanan medis secara cepat dan tepat. Di rumah sakit, Bupati Subandi menegaskan tidak ada santri yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Seluruh pasien telah mendapatkan pelayanan medis dan kondisinya berangsur membaik.
“Tidak ada yang meninggal. Semua pasien sudah tertangani dengan baik. Kalau nanti ada berita yang menyebut ada yang meninggal, itu tidak benar. Kami sudah memastikan dan mengecek langsung kondisi para santri di rumah sakit,” tegas Bupati Subandi saat berada di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
Meski keluhan kesehatan muncul setelah makanan MBG dikonsumsi, pihak berwenang belum menyimpulkan bahwa makanan tersebut menjadi penyebab kejadian. Kepastian mengenai penyebabnya masih menunggu hasil pemeriksaan medis, pemeriksaan makanan, serta penyelidikan lebih lanjut.
Diharapkan segera ada informasi yang terverifikasi mengenai kondisi santri, penyebab kejadian dan langkah penanganan berikutnya agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat, yang dikabarkan wartawan dari media SETAJAMPENA. Com, pada selasa (1/9’2026) malam. (Hik).
Editor : Hikmah/Red
