Pasien RSUD Bangil menemukan benda yang diduga belatung dalam ransum makanan. Keluarga pasien menyampaikan pengaduan dan meminta tindak lanjut rumah sakit.
PASURUAN,SETAJAMPENA.COM
– Pasien RSUD Bangil dibuat terkejut setelah menemukan benda yang diduga belatung di dalam nasi ransum makanan yang disajikan rumah sakit pada Sabtu malam (29/8/2026). Temuan tersebut terjadi ketika suami pasien berinisial Y, warga Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, bersama suaminya menyantap makanan yang diberikan pihak rumah sakit.
Kejadian itu baru diketahui setelah Y dan suaminya hampir menghabiskan makanan. Saat menyisakan beberapa suapan nasi, Y melihat salah satu bagian nasi tampak bergerak. Setelah mengambil dan memeriksanya, ia mendapati benda yang disebutnya sebagai belatung.
Temuan tersebut membuat suaminya kaget sekaligus kecewa. Mereka mempertanyakan kualitas makanan pasien yang seharusnya mendapat perhatian khusus karena menjadi bagian dari pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Menurut keterangan keluarga, ransum tersebut merupakan makanan yang diberikan kepada pasien untuk makan malam. Pasien bersama suaminya kemudian menyantap makanan tersebut secara bersama-sama.
Ketika makanan hampir habis, suaminya melihat sesuatu yang bergerak di antara nasi. Ia kemudian mengambil benda tersebut dan mendapati bentuknya menyerupai belatung.
Keluarga pasien selanjutnya berupaya menyampaikan kejadian tersebut kepada pihak RSUD Bangil melalui layanan pengaduan WhatsApp. Namun, menurut keluarga, pesan yang dikirim tidak kunjung mendapat respons.
Keluarga juga menyebut pesan tersebut hanya menunjukkan tanda satu centang sehingga mereka menduga laporan belum masuk atau belum diterima oleh petugas layanan pengaduan.
Dalam pesan yang dikirim melalui layanan pengaduan RSUD Bangil, keluarga pasien menyampaikan keberatan atas temuan tersebut sekaligus meminta tindak lanjut dari pihak rumah sakit.
“Selamat malam minn pak/bu disini saya sebagai suami pasien di RSUD raci bangil pasien atas nama L, melaporkan adanya ulat di jatah makan sore, semoga ada tindak lanjut kepada bagian tersebut,” demikian sebagian isi pesan pengaduan keluarga.
Keluarga juga mengingatkan bahwa RSUD Bangil merupakan salah satu rumah sakit yang menjadi harapan masyarakat Pasuruan untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
Sementara itu, terkait temuan benda yang disebut keluarga sebagai belatung, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab dan kondisi makanan saat disajikan.
Pihak rumah sakit juga perlu memberikan penjelasan mengenai prosedur pengolahan, pemeriksaan, hingga distribusi makanan pasien.
Makanan Pasien Bagian dari Pelayanan Kesehatan
Makanan pasien di rumah sakit memiliki fungsi penting karena menu umumnya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan nutrisi pasien.
Pengelolaan makanan juga membutuhkan proses yang higienis sejak bahan diterima, diolah, hingga makanan diterima pasien.
Karena itu, temuan benda yang diduga belatung dalam makanan pasien menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian. Selain menyangkut kenyamanan pasien, persoalan tersebut berkaitan dengan kepercayaan keluarga terhadap standar pelayanan rumah sakit.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari manajemen RSUD Bangil mengenai temuan tersebut, termasuk langkah pemeriksaan terhadap makanan yang dilaporkan keluarga pasien.
Konfirmasi dari pihak RSUD Bangil penting untuk mengetahui fakta secara utuh, termasuk apakah temuan tersebut benar berasal dari makanan yang disediakan rumah sakit dan bagaimana tindak lanjut terhadap laporan keluarga pasien.
Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian bagi pengelola rumah sakit untuk memastikan pengawasan makanan pasien berjalan optimal. Bagi keluarga pasien, kepastian mengenai keamanan dan kebersihan makanan menjadi bagian penting dari rasa aman selama menjalani perawatan.
Temuan tersebut juga menunjukkan pentingnya respons cepat terhadap setiap pengaduan pasien, sehingga keluhan yang menyangkut pelayanan kesehatan dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti secara transparan.
Wartawan :Dedy
Editor Syafi’i/ red
