Berita Pemerintahan

​Semarak HUT RI ke-81 dan Maulid Nabi, Pemdes Kejapanan Gelar Doa Bersama Lintas Agama hingga Pengajian “Caffe to Caffe”

PASURUAN, SETAJAMPENA.COM
– Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, Pemerintah Desa (Pemdes) Kejapanan, rabo (19/8/2026) menggelar serangkaian kegiatan keagamaan dan kebersamaan lintas elemen masyarakat, di Lumbungpangan Nusantara dusun Pandean desa Kejapanan kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan.

​Acara yang berlangsung hangat dan khidmat ini memadukan nuansa spiritual, kebangsaan, serta kepedulian sosial melalui pengajian umum, doa bersama lintas agama, santunan anak yatim piatu, hingga peresmian (opening) Kafe Lumbung Rasa.

​Kegiatan ini menjadi panggung nyata indahnya toleransi di Desa Kejapanan. Hadir dalam acara tersebut para tokoh agama dari berbagai organisasi keagamaan, seperti pimpinan Ranting, MWC, hingga Cabang Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, serta LDII.

Tak kalah berkesan, pemuka agama Kristen (Romo dan Pendeta) dari empat gereja se-Desa Kejapanan juga turut hadir memanjatkan doa bersama untuk kebaikan bangsa dan desa.

​Kehadiran para pejabat publik dan akademisi semakin menyemarakkan suasana. Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, dijadwalkan hadir langsung di lokasi. Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI, Gus Nuri, yang sedang menunaikan ibadah umrah, diwakili oleh tim dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

​Dalam sambutannya, kepala desa Kejapanan Randy Saputra menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini dalam keadaan sehat dan lancar. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak dan sponsor yang telah mendukung, seperti Tim DPR RI, Pemerintah Kabupaten, Lazismu, Geprek Sa’i, Geprek John, hingga BUMDes Kejapanan.

​”Kami mewakili Pemerintah Desa Kejapanan menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga yang berkenan hadir. Apabila dalam penyelenggaraan acara yang sederhana ini terdapat kekurangan maupun keterlambatan, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ungkap Randy.

​Acara yang sarat dengan nilai-nilai kepedulian sosial ini turut dihadiri dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam seperti PCNU Bangil, PCM Kabupaten Pasuruan, LDII Kabupaten Pasuruan, dan unsur pimpinan lainnya.

Kehadiran para tokoh lintas elemen ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam memperhatikan kesejahteraan anak-anak yatim.

​Dalam sambutannya, perwakilan tim Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Bapak Syaiful Nuri, yang tengah bertugas di Jakarta, serta Ketua DPD Partai PAN Kabupaten Pasuruan, Ning Ruya Nafaat, yang sedang melaksanakan ibadah umroh bersama Kiai.

Meski demikian, amanah untuk menyapa dan menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim di desa Kejapanan tetap dapat dilaksanakan dengan baik berkat perwakilan tim yang hadir.

​Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Bapak Kepala Desa setempat atas fasilitas dan kesempatan yang diberikan sehingga kegiatan mulia ini dapat terselenggara.
​”Mudah-mudahan anak-anak kami, anak-anak yatim ini, bisa menjadi anak yang saleh dan salihah,” ungkapnya.

​Pesan penuh motivasi dan penguatan mental juga disampaikan kepada anak-anak yatim yang hadir agar tetap tegar, semangat, dan senantiasa berbakti serta menghormati ibu mereka yang telah berjuang dengan penuh keikhlasan.

Perwakilan tim menegaskan bahwa ketegaran seorang ibu dalam mencari nafkah dan membesarkan anak-anaknya menjadikan sosok ibu sebagai figur yang sangat kuat.

Turut hadir pula jajaran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), BPD, BUMDes, serta mahasiswa KKN dari UNU Pasuruan, UMM, dan UMSIDA.

Perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhammad Muslih, menyerahkan secara resmi mahasiswa UMM untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan.

Penyerahan ini sekaligus menandai masuknya mahasiswa ke minggu kedua pelaksanaan KKN yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir Agustus mendatang.
​Dalam sambutannya, Muhammad Muslih menjelaskan bahwa kehadiran rombongan UMM mewakili Kepala LPPM UMM, Prof. Sutawi, berhalangan hadir karena kepentingan lain yang tidak bisa ditinggalkan.

Ia juga memperkenalkan diri kepada warga dan jajaran kecamatan yang hadir.

​Pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh warga Kecamatan atas sambutan hangat serta kesediaan mereka dalam menerima dan membersamai 30 mahasiswa UMM yang sedang mengabdi.

​”Kami menyampaikan terima kasih yang luar biasa kepada seluruh warga di kecamatan yang telah menerima, menerima sebelumnya, dan membersamai adik-adik kami,” ujar Muslih.

​Mahasiswa KKN UMM tercatat berasal dari berbagai macam suku, agama, dan daerah yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Tidak hanya dari kalangan Muslim, program KKN ini juga diikuti oleh mahasiswa non-muslim, termasuk umat Hindu, Buddha, serta Katolik.
​”Kami di UMM ingin menjaga keberagaman itu sebagai bentuk manifestasi dari negara kita tercinta, Indonesia, dan saya melihat itu terlihat pada kegiatan kita pada malam hari ini,” tambahnya.

​Di akhir sambutannya, mewakili pimpinan universitas, Muslih menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKN terdapat sikap atau perilaku mahasiswa yang kurang berkenan di hati masyarakat. Ia juga berharap kerja sama antara UMM dan pihak kecamatan dapat terus berlanjut pada program-program KKN di tahun-tahun mendatang.

​Puncak acara diisi dengan Mauidhoh Hasanah dan arahan dari penceramah program Caffe to Caffe, KH Busromi. Suasana semakin semarak dengan penampilan Seni Hadrah Banjari Nurul Jadid, Embun Band, serta kolaborasi paduan suara dari para mahasiswa KKN lintas kampus (UNU Pasuruan, UMM, dan UMSIDA).

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan warga Desa Kejapanan serta bangsa Indonesia. Pemdes Kejapanan berharap momentum ini dapat melahirkan generasi yang saleh dan salehah, keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, serta menjadikan Indonesia sebagai negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negeri yang baik dan berada dalam ampunan Tuhan).

Editor Syafi’i/red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *