Pemkab Pasuruan mengalokasikan Rp1,44 miliar dari DBHCHT 2026 untuk Pemeliharaan Berkala Jalan Bulusari-Kepulungan Dua di Kecamatan Gempol.
PASURUAN, SETAJAMPENA.COM
— Pemkab Pasuruan menggelontorkan anggaran Rp1.446.623.971 untuk Pemeliharaan Berkala Jalan Bulusari-Kepulungan Dua, Kecamatan Gempol. Pemerintah Kabupaten Pasuruan merealisasikan pekerjaan tersebut melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi dengan menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026.
Proyek ini menjadi salah satu pembangunan infrastruktur yang menyasar peningkatan kualitas jalan kabupaten di wilayah Gempol. Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp1.446.623.971 dan sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Pemerintah daerah menetapkan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender. CV Damai Perkasa bertindak sebagai pelaksana pekerjaan, sedangkan CV Gempol Konsulindo menjalankan tugas sebagai konsultan pengawas.
Dokumen pada papan informasi mencatat pekerjaan tersebut menggunakan Nomor SPK 00.3.2/008.PA.012/DBHCHT/103/2026 dengan tanggal kontrak 24 Juli 2026. Pemerintah daerah mengalokasikan sumber pembiayaan dari DBHCHT Tahun Anggaran 2026.
Adapun rincian proyek meliputi nama pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Bulusari-Kepulungan Dua, lokasi Kecamatan Gempol, nilai kontrak Rp1.446.623.971 termasuk PPN, serta masa pelaksanaan selama 90 hari kalender.
Realisasi pemeliharaan jalan tersebut diharapkan mampu memperbaiki kondisi badan jalan sekaligus mendukung aktivitas masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur penghubung antardesa.
Kepala Desa Wonosari, Damanhuri, menyampaikan apresiasi atas terealisasinya usulan pembangunan jalan kabupaten tersebut, karna ruas jalan yang di bangun merupakan jalan kabupaten yang berada di desa Wonosari-Kepulungan.
Ia menyebut pembangunan tersebut merupakan bagian dari usulan skala prioritas yang sebelumnya disampaikan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).
“Atas nama warga masyarakat, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan serta Ketua DPRD, Samsul Hidayat, atas terealisasinya usulan skala prioritas pembangunan jalan kabupaten Wonosari-Kepulungan,” ujar Damanhuri.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan memiliki dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat. Kondisi jalan yang lebih baik dapat memperlancar perjalanan warga sekaligus mendukung kegiatan ekonomi di wilayah desa.
Perbaikan jalan juga membuka akses transportasi yang lebih lancar bagi masyarakat antardesa dan antarkecamatan. Jalur yang lebih nyaman dapat membantu warga menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja, bersekolah, berdagang, serta mengakses berbagai pelayanan publik.
Dari sisi ekonomi, peningkatan kualitas jalan dapat memperlancar distribusi hasil bumi, barang, dan jasa. Infrastruktur yang memadai juga dapat membantu pelaku usaha mengurangi hambatan dalam proses pengangkutan komoditas dari maupun menuju wilayah Kecamatan Gempol.
Selain manfaat ekonomi, masyarakat berharap pemeliharaan jalan meningkatkan aspek keselamatan pengguna. Jalan yang terawat dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara, terutama pada jalur yang memiliki intensitas mobilitas masyarakat cukup tinggi.
Sinergi Pemkab dan DPRD
Realisasi pembangunan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya perencanaan pembangunan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. Aspirasi warga yang disampaikan melalui Musrenbangdes menjadi salah satu bagian dalam proses pengusulan pembangunan daerah.
Damanhuri menilai realisasi jalan juga mencerminkan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan legislatif dalam mengawal kebutuhan infrastruktur masyarakat.
Dengan pelaksanaan selama 90 hari kalender, masyarakat kini menunggu hasil pekerjaan tersebut dapat selesai sesuai ketentuan dan memberikan manfaat jangka panjang.
Pemeliharaan Jalan Bulusari-Kepulungan Dua diharapkan bukan hanya memperbaiki akses transportasi, tetapi juga memperkuat konektivitas serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga di wilayah Gempol.
Editor Syafi’i/red
