Berita Pendidikan & Budaya

Satu Semester Pimpin MI Bahrul Ulum, Fadloli Tambah Gedung Dua Lantai

Satu semester memimpin MI Bahrul Ulum Winong, Ustaz Fadloli mendorong pembangunan gedung dua lantai dan penguatan sarana pendidikan bagi siswa.

PASURUAN, SETAJAMPENA.COM
— Satu semester memimpin MI Bahrul Ulum Mranggen, Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Ustaz Fadloli mulai mendorong sejumlah kemajuan, terutama pada sektor sarana dan prasarana pendidikan. Salah satu perkembangan yang terlihat yakni pembangunan tambahan gedung sekolah dua lantai untuk mendukung kebutuhan ruang belajar siswa.

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan fasilitas pendidikan di lingkungan madrasah. Keberadaan ruang tambahan diharapkan dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan memadai bagi siswa serta mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar.

MI Bahrul Ulum atau MIS MINU Bahrul Ulum berada di Kemranggen RT 02 RW 02, Desa Winong, Kecamatan Gempol. Madrasah swasta tersebut berada di bawah naungan BPPPMNU Cabang Kabupaten Pasuruan dan tercatat memiliki NPSN 60716689. Lembaga pendidikan ini juga telah memperoleh akreditasi B.

Fadloli mengatakan, pembangunan fasilitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan penambahan bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah sekitar madrasah.

Menurutnya, anak-anak yang tinggal di kawasan desa, termasuk Dusun Mranggen, berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang layak. Karena itu, pihak madrasah berupaya membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, untuk mendukung pengembangan sarana pendidikan.
“Tujuan kita tidak lain untuk mewujudkan pemerataan akses pendidikan, memastikan anak-anak di wilayah desa seperti di Dusun Mranggen, Desa Winong, mendapatkan hak pendidikan yang setara,” ungkap Fadloli kepada awak media, Jumat (21/8/2026).

Selain memperbaiki fasilitas, pembangunan gedung juga diarahkan untuk menambah daya tampung madrasah. Ruang kelas baru diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan siswa di sekitar Desa Winong seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan dasar berbasis keagamaan.

MIS MINU Bahrul Ulum tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik. Madrasah juga mendorong pengembangan potensi siswa melalui berbagai kegiatan akademik dan ekstrakurikuler.
Dalam bidang akademik, siswa mendapat pembinaan untuk mengikuti berbagai kompetisi, termasuk Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk mengasah kemampuan berpikir, pengetahuan, dan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi kompetisi.

Di bidang seni dan olahraga, siswa juga berpartisipasi dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI), baik pada tingkat kecamatan maupun kabupaten. Sementara dalam pendidikan agama, madrasah memberikan perhatian terhadap kemampuan dasar keislaman, termasuk hafalan Al-Qur’an atau tahfidz serta keterampilan keagamaan lainnya.

Madrasah yang berdiri sejak 1 Januari 1970 tersebut juga terus berupaya menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan zaman. Akses internet yang tersedia di lingkungan sekolah menjadi salah satu fasilitas pendukung pembelajaran dan memungkinkan siswa maupun guru memperoleh sumber informasi pendidikan yang lebih luas.

Fadloli berharap pembangunan fisik sekolah berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Menurutnya, gedung sekolah bukan sekadar bangunan, melainkan bagian dari lingkungan pendidikan yang dapat memengaruhi kenyamanan dan aktivitas belajar siswa.

Melalui lingkungan fisik yang tertata, ia ingin madrasah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, sekolah diharapkan berkembang menjadi ekosistem belajar yang menggembirakan, bermakna, dan tetap memanusiakan murid.

MIS MINU Bahrul Ulum sendiri membuka kesempatan bagi anak-anak di sekitar Desa Winong untuk memperoleh pendidikan dasar. Dengan dukungan tenaga pendidik dan pengembangan fasilitas, madrasah diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kecamatan Gempol.

Pembangunan gedung dua lantai tersebut pada akhirnya tidak hanya menambah fasilitas secara fisik. Kehadirannya diharapkan memperkuat kapasitas madrasah dalam memberikan layanan pendidikan sekaligus memperluas kesempatan anak-anak di wilayah pedesaan untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkelanjutan.

Dengan langkah tersebut, kepemimpinan Fadloli dalam satu semester awal menunjukkan perhatian pada dua aspek yang saling berkaitan, yakni peningkatan sarana pendidikan dan penguatan kesempatan belajar bagi masyarakat.

Ke depan, keberlanjutan pembangunan fasilitas diharapkan berjalan bersama peningkatan mutu akademik, keagamaan, seni, dan olahraga siswa.
Kata kunci: MI Bahrul Ulum, MIS MINU Bahrul Ulum, Fadloli, Desa Winong, Gempol, pembangunan gedung sekolah, pendidikan madrasah.

Editor Syafi’i/red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *